Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2024

VIRAL

Orang bodoh adalah orang yang mati dengan cara bodoh dan gentayangan atas alasan bodoh. Bintang bunuh diri tanpa wasiat. Sepulangnya aku dari kafe pada malam Minggu, lelaki bertubuh gagang sapu itu telah tergeletak di lantai, pucat, pisau dapur menancap di lehernya, dan darah mengalir-meresap ke karpet bulu putih yang tergelar di antara kasurku dan kasurnya, karpet bulu yang kubeli secara daring karena dipromosikan seorang selebriti di Tingtong yang tahu betul cara menggoyangkan bokong. Itu adalah cara bunuh diri yang bodoh: Bintang mesti berkelejotan penuh derita sebelum mati—orang pintar pasti memilih cara mati tanpa sakit. Setidaknya, bunuh diri itu membuat si Sutradara, si Editor, dan si Videografer yang tidur di sebelah kamar kami langsung pindah dari mes ini ke indekos—dan  aku menyukai keheningan , meski benci membuang karpet buluku. Sebodoh-bodohnya cara Bintang bunuh diri, lebih bodoh lagi adalah alasannya gentayangan. Tujuh hari setelah kematiannya, sepulangnya aku dari k...

MATINYA SEORANG GALI

Sebenarnya Wiryo hanya perlu menarik pelatuk saja. Selanjutnya, biarlah si timah panas yang bekerja, menjebol tempurung kepala pimpinan preman—atau orang-orang biasa menyebutnya gali—yang selama puluhan tahun begitu ditakuti di Karang Gembol. Dan keesokan harinya, koran lokal mungkin akan menampilkan sebuah berita dengan judul, “30 Tahun Tanpa Kabar, San Turham Akhirnya Tertembak Mati.” Namun, semua itu tidak terjadi. Tidak penembakan itu, tidak pula judul berita di koran lokal itu. Manakala San Turham benar-benar tersudut di rumahnya, pelatuk itu begitu berat ditarik. Jari telunjuk Wiryo seperti membeku. Menarik pelatuk terasa seperti mematahkan batang baja. Di saat yang bersamaan, Wiryo malah seperti mendengar ada suara dari dalam hati kecilnya yang dengan lirih berkata, “Untuk apa menghabisi nyawa orang tua yang sudah tak berdaya?” Wiryo membayangkan suara itu seperti suara ibunya.  Suara yang datang dari masa lampau . Suara yang membuat ia tak jadi menghajar teman SD yang telah...

DUNIA IBU

TIDAK mungkin informasi itu salah. Bibi Yati memberi jawaban yang sama, baik kepada yang bertanya, maupun yang memaksa meminta jawaban. Bahkan, kata Bibi Yati, sekarang Ibu meminjam uang pada Ceu Medi, dan minggu lalu Ibu didatangi anak Uwak Yahya, juga untuk urusan hutang. Jehan tidak hanya curiga, tetapi juga tidak habis pikir. Untuk apa Ibu meminjam-minjam uang ke banyak orang seperti itu? Kalau memang Ibu sangat membutuhkan uang, apa salahnya Ibu bicara padanya, atau pada Bang Reza kakaknya? Mereka memang tidak hidup berlebihan, tetapi setidaknya, ia dan kakaknya masih bisa diandalkan untuk menghadapi kesulitan Ibu. Entah apa alasan Ibu melakukan hal yang bisa membuat  orang menganggap Ibu tidak diperhatikan oleh anak-anaknya itu . Dalam soal keuangan, meski tidak besar, setiap bulan Jehan dan kakaknya tidak pernah lupa mengirimi Ibu uang, setidaknya cukup untuk kebutuhan Ibu sehari-hari. Betul, Jehan tidak memungkiri. Setelah menikah setahun lalu, ia sibuk dengan hidup barunya...